Kambing Sakti Stress Copas Semaunya...

ini hanya sekedar artikel ,.. mau sekedar lihat silahkan, mau sekedar baca silahkan, mau dihayati monggo, mau diikutin or dijalanin terserah,.. karepmu.. ga ada maksud apa2x dari blog ini.. sekedar iseng.. jangan terlalu saklek.. jangan terlalu fanatik.. dan jangan terlalu goblok... yang jelas ini hanya copas semua.. sumber2xnya gw dapet dari motivasi.net.. tapi ada sumber-2 lainn.. sory ya buat penulis aslinya,. gapapakan ? iya gapapa de,.. copas aja semaunya.. wong edan.. stress...

Saturday, January 16, 2010

1

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan. (Robert. F. Kennedy)

Setiap Pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja, setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka. (Brian Tracy)

Percayalah pada keajaiban tapi jangan tergantung padanya (H.Jackson Brown.Jr)

Find Your Love...

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, serangga , binatang lain yang sering melintas di kantor anda, atau gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan . Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali Mbing.. tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus..

GARAM DAN TELAGA

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak,hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba , minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar pak tua itu..

“Pahit,Pahit.. sekali..”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.. Pak tua itu, sedikit tersenyum, lalu ia mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba , ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu., pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasany ??”..

“Segar” . sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?” tanya pak tua lagi.”Tidak “ Jawab si anak muda.

Dengan bijak, pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah.. Pahitnya kehidupan,. Adalah layaknya segenggam garam. Tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi ,.. kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki, Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua kan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakah kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahituan itu”…

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi , jangn jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya..menjadi kesegaran dan kebagahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “Segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa…

Followers